


​Media pemerintah Iran, Tasnim News Agency, pada Senin (2/3) secara tegas membantah keterlibatan IRGC dalam serangan terhadap kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco. Iran mengklaim bahwa ledakan di fasilitas minyak terbesar Arab Saudi tersebut merupakan operasi false flag yang dilancarkan oleh Israel untuk mengadu domba negara-negara di kawasan teluk. Iran menegaskan bahwa fokus militer mereka saat ini adalah membalas agresi langsung dari Amerika Serikat dan Israel, bukan menargetkan infrastruktur energi milik negara tetangga.
​Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut serangan tersebut sebagai upaya provokasi sistematis di tengah situasi yang kian memanas pasca-pembunuhan Supreme Leader Ali Khamenei. Iran justru menuduh balik bahwa Israel-lah yang sengaja menyasar fasilitas Saudi guna memancing keterlibatan koalisi regional dalam perang melawan Iran. Meskipun ada bantahan ini, pihak Saudi Aramco dilaporkan tetap meningkatkan kewaspadaan di seluruh fasilitas vital mereka.