Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka menyatakan akan mengincar kapal pengangkut diesel Rusia yang berlayar ke Amerika Serikat, kecuali Presiden AS Donald Trump memberikan jaminan perlindungan penuh bagi jaringan energi Ukraina pada Senin (12/10). Pernyataan ini disampaikan setelah Amerika Serikat sehari sebelumnya mengancam akan memotong seluruh pembagian intelijen dan membekukan mekanisme pengadaan senjata bagi Ukraina jika serangan terhadap infrastruktur energi tersebut terus dilanjutkan.
Pengiriman diesel Rusia ke AS sendiri dimungkinkan setelah pemerintah AS melonggarkan sanksi dan memberikan izin impor demi menstabilkan pasokan energi domestiknya.
​Eskalasi geopolitik kian memburuk setelah Iran mengonfirmasi bahwa kapal tanker minyak berukuran besar (Very Large Crude Carrier/VLCC) milik Uni Emirat Arab, AL MAQAM, menabrak ranjau laut saat melewati koridor selatan Oman. Insiden tersebut merupakan serangan terhadap kapal tanker ketiga dalam kurun waktu 48 jam terakhir di Selat Hormuz, yang kian memperparah kekhawatiran atas stabilitas pasokan minyak global.
​Kombinasi ancaman serangan di Eropa Timur dan gangguan jalur pelayaran di Timur Tengah langsung berdampak pada pasar komoditas global. Harga minyak mentah jenis Brent melonjak ke level $106 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) terdorong naik ke $93 per barel



