asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3356-0.0076 ( -2.21% )
BANKUSDT0.39463+0.05019 ( +14.57% )
BTCUSDT64,682.9+312.2 ( +0.49% )
DEXEUSDT3.475-1.095 ( -23.96% )
ETHUSDT1,913.0+39.11 ( +2.09% )
EULUSDT2.352+0.697 ( +42.12% )
HYPEUSDT59.128+0.67 ( +1.15% )
SHIBUSDT0.00000526+0.00000027 ( +5.41% )
SOLUSDT75.32+0.82 ( +1.1% )
Powered by
News

Ukraina Serang Kapal Iran di Laut Kaspia, Menlu Iran Sebut Potensi Buka Front Perang Baru

User
July 27, 2026 | 00:40 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 27, 2026 | 00:40 WIB
Ukraina Serang Kapal Iran di Laut Kaspia, Menlu Iran Sebut Potensi Buka Front Perang Baru

Eskalasi konflik global kian memanas setelah militer Ukraina melancarkan serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia pada Sabtu, (25/7). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membenarkan aksi jarak jauh tersebut dengan dalih menyasar armada pengangkut kargo militer terkait Teheran. Insiden yang menewaskan satu pelaut dan melukai satu lainnya ini menandai kali pertama perang merembet ke Laut Kaspia 

​Menanggapi insiden tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pernyataan resminya pada Minggu, (26/7) mengecam keras aksi Ukraina sebagai tindakan bermusuhan dan kriminal yang melanggar hukum internasional. Araghchi melakukan diplomasi maraton dengan memanggil Kuasa Hukum Ukraina di Teheran serta menelepon Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menlu Rusia Sergey Lavrov. Ia menegaskan bahwa aksi Ukraina tidak akan dibiarkan tanpa balasan dan berpotensi membuka front pertempuran baru di perairan utara.

​Serangan ini memang memperbesar risiko lahirnya front maritim baru di kawasan yang selama ini menjadi jalur transit utama minyak, gas, dan logistik bagi Rusia, Iran, Kazakhstan, Turkmenistan, dan Azerbaijan. Terjangkaunya Laut Kaspia oleh kekuatan militer Ukraina berpotensi melumpuhkan rantai pasok energi global dan memicu pembatasan logistik yang makin ketat.

​Kondisi ini makin merumitkan posisi geopolitik Iran yang kini menghadapi tekanan ganda di dua perairan sekaligus. Di saat Iran dan Oman tengah gencar menggelar dialog mediasi untuk meredakan krisis dan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz pada bagian selatan, munculnya gejolak baru di Laut Kaspia pada bagian utara mengancam stabilitas keamanan dan pasar energi dunia secara keseluruhan.

Copiedbagikan