asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT68,953.4+2005.1 ( +3.0% )
DEGOUSDT0.706+0.129 ( +22.36% )
ETHUSDT2,026.81+73.39 ( +3.76% )
HYPEUSDT35.24+4.72 ( +15.47% )
PAXGUSDT5,140.24-20.18 ( -0.39% )
SOLUSDT85.94+3.79 ( +4.61% )
TRXUSDT0.2859-0.0048 ( -1.65% )
XAUTUSDT5,103.1-20.49 ( -0.4% )
XRPUSDT1.3742+0.027 ( +2.0% )
Powered by
News

Unik! Di Afrika Orang Mulai Bertransaksi dengan Satoshi Dibanding Dolar AS

User
March 9, 2026 | 01:16 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 9, 2026 | 01:16 WIB
Unik! Di Afrika Orang Mulai Bertransaksi dengan Satoshi Dibanding Dolar AS

​Executive Chairman Africa Bitcoin Corporation, Stafford Masie, mengungkapkan bahwa Bitcoin mulai menjadi alat bayar sehari-hari di berbagai wilayah Afrika. Dalam podcast Coin Stories (3/3), Masie menjelaskan bahwa banyak pedagang lokal di ekosistem ekonomi sirkular mulai menolak dolar AS dan lebih memilih menerima Satoshi (atau Sat), yaitu unit terkecil Bitcoin yang setara dengan seperseratus juta dari 1 Bitcoin. Fenomena ini menunjukkan pergeseran fungsi aset digital tersebut dari sekadar instrumen investasi menjadi alat tukar riil yang krusial.

​Kondisi inflasi ekstrem di Afrika menjadi pemicu utama; devaluasi mata uang lokal di sana bisa mencapai 5% hanya dalam hitungan jam. Hal ini mendorong populasi muda Afrika untuk meninggalkan sistem keuangan tradisional yang dianggap "rusak" dan beralih ke Bitcoin yang tidak dapat didevaluasi atau disita. Bagi mereka, Satoshi bukan lagi sekadar angka digital, melainkan infrastruktur keuangan utama untuk bertahan hidup.

​Data Chainalysis memperkuat tren ini dengan mencatat pertumbuhan nilai on-chain di Sub-Sahara Afrika sebesar 52% secara tahunan, mencapai lebih dari 205 miliar dolar AS. Market di kawasan ini sangat didominasi oleh transaksi ritel, membuktikan bahwa adopsi Bitcoin di Afrika didorong oleh kebutuhan nyata masyarakat luas, bukan sekadar spekulasi institusi besar.

Copiedbagikan