asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2303-0.0269 ( -10.46% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,400.0+4723.94 ( +6.5% )
tether usd iconethena iconENAUSDT0.1477+0.0428 ( +40.8% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,409.66+70.66 ( +3.02% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT74.947+1.32 ( +1.79% )
tether usd iconontology gas iconONGUSDT0.08589+0.00533 ( +6.62% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT91.51+4.09 ( +4.68% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04265+0.00908 ( +27.05% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3978+0.0821 ( +6.24% )
Powered by
powered by triv
Breaking News

Vanguard Resmi Izinkan ETF Kripto Diperdagangkan di Platformnya

User
December 3, 2025 | 12:37 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
December 3, 2025 | 12:37 WIB
Vanguard Resmi Izinkan ETF Kripto Diperdagangkan di Platformnya

Vanguard Group, manajer aset terbesar kedua di dunia, resmi mengubah kebijakan lamanya dan kini mengizinkan ETF serta reksa dana yang memegang aset kripto untuk diperdagangkan di platform brokerage mereka. Langkah ini membuka akses bagi 8 juta nasabah untuk berinvestasi dalam instrumen kripto yang teregulasi.

Vanguard mengaktifkan dukungan perdagangan untuk produk yang berisi Bitcoin, Ether, XRP, dan Solana, setelah sebelumnya menolak keras aset kripto karena dianggap terlalu spekulatif dan volatil. Keputusan ini diambil setelah permintaan yang terus-menerus dari investor ritel maupun institusional, meskipun pasar kripto baru saja kehilangan lebih dari $1 triliun kapitalisasi sejak awal Oktober.

ETF Bitcoin spot, yang mulai diperdagangkan pada Januari 2024, menjadi pemicu utama perubahan sikap Vanguard. Produk serupa milik BlackRock, IBIT, bahkan masih mengelola sekitar $70 miliar, meski sempat turun dari level $100 miliar dua bulan sebelumnya.

Vanguard menyebut bahwa ETF dan reksa dana kripto telah terbukti tetap likuid dan berfungsi sesuai desainnya, bahkan di tengah volatilitas ekstrem pasar. Andrew Kadjeski, Head of Brokerage & Investments di Vanguard, mengatakan bahwa infrastruktur administrasi untuk produk-produk tersebut kini jauh lebih matang, sementara preferensi investor juga terus berkembang.

Kendati demikian, Vanguard menegaskan tidak akan membuat produk kriptonya sendiri dalam waktu dekat dan tetap mengecualikan dana yang terkait dengan memecoin, sesuai definisi SEC.

Keputusan ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa institusi keuangan tradisional semakin sulit mengabaikan perkembangan industri aset digital, terutama ketika permintaan investor terus meningkat.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Bank Indonesia Tahan BI Rate di Level 5,75%
News - Breaking News
July 22, 2026 | 15:06 WIB