asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.0000848+0.000012 ( +16.32% )
BTCUSDT67,969.9-104.15 ( -0.15% )
ETHUSDT1,972.36+2.21 ( +0.11% )
HOUSEUSDT0.0016392-0.000062 ( -3.65% )
LABUBUUSDT0.00143-0.000109 ( -7.1% )
MYXUSDT0.9963-0.0696 ( -6.53% )
SLVONUSDT76.88+0.11 ( +0.14% )
SOLUSDT85.28+0.8 ( +0.95% )
XRPUSDT1.4311+0.0029 ( +0.2% )
Powered by
News

Vitalik Buterin Kritik Web4.0 Sigil, Soroti Risiko Kesenjangan Umpan Balik Manusia dan AI

User
February 21, 2026 | 21:27 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
February 21, 2026 | 21:27 WIB
Vitalik Buterin Kritik Web4.0 Sigil, Soroti Risiko Kesenjangan Umpan Balik Manusia dan AI

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, menyampaikan kritik terhadap gagasan Web4.0 yang diusung Sigil. Ia menyoroti risiko pelebaran kesenjangan antara manusia dan kecerdasan buatan dalam proses umpan balik, yang dinilai dapat menghasilkan output berkualitas rendah serta memicu konsekuensi yang sulit dipulihkan.

Menurut Buterin, jika sistem AI semakin jauh dari interaksi dan koreksi manusia, maka kualitas keputusan dan hasilnya dapat menurun. Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa pengembangan AI yang tidak terarah dapat menciptakan risiko jangka panjang yang bersifat permanen.

Buterin menegaskan bahwa visi Ethereum berfokus pada pemberdayaan manusia, bukan membangun AI independen yang membuat kondisi manusia tetap stagnan atau bahkan memburuk. Ia menilai model AI saat ini yang dikembangkan oleh OpenAI dan Anthropic belum benar benar otonom, serta masih memperkuat struktur kepercayaan terpusat yang bertentangan dengan etos desentralisasi Ethereum.

Dalam pandangannya, pertumbuhan AI secara eksponensial hampir tidak terelakkan. Oleh karena itu, fokus utama seharusnya bukan mempercepat laju perkembangan tersebut, melainkan mengarahkan arahnya agar tetap selaras dengan kepentingan manusia dan nilai desentralisasi.

Pernyataan ini menambah diskursus mengenai hubungan antara blockchain, desentralisasi, dan kecerdasan buatan, terutama dalam konteks masa depan internet dan tata kelola teknologi global.

Copiedbagikan