


​Vitalik Buterin resmi memperkenalkan blueprint Ethereum jangka panjang baru bernama "Lean Ethereum" melalui akun X pribadinya pada Minggu (5/7). Langkah ini dirumuskan menyusul pertemuan intensif para peneliti Ethereum di Berlin dan Svalbard untuk memetakan arah masa depan jaringan. "Lean Ethereum" diposisikan sebagai pembaruan besar ketiga bagi Ethereum setelah fase The Merge. Proyek ini akan diimplementasikan secara bertahap dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan guna merombak elemen-elemen utama protokol agar menjadi jauh lebih efisien.
​Roadmap baru ini berfokus pada penyederhanaan arsitektur jaringan, pembersihan kode, dan kesiapan menghadapi teknologi masa depan (future-proofing). Beberapa pembaruan inti mencakup integrasi sistem verifikasi baru yang lebih cepat, peningkatan proteksi jaringan dari ancaman komputer kuantum, serta perombakan sistem konsensus agar transaksi bisa selesai dengan lebih aman dan kilat. Selain itu, Ethereum bersiap meningkatkan gas limit dan kapasitas penampungan data secara bertahap dalam lima tahun ke depan untuk mendukung skalabilitas yang lebih luas.
​Salah satu perubahan paling signifikan dalam rencana ini terletak pada restrukturisasi manajemen penyimpanan data jaringan. Ethereum akan memperkenalkan ruang penyimpanan data baru yang jauh lebih luas dan efisien. Mekanisme baru ini dirancang agar sangat ramah bagi developer token ERC20 dan NFT. Hasilnya, biaya transaksi di masa depan berpotensi terpangkas hingga lebih dari 10 kali lipat tanpa memaksa para developer untuk menulis ulang aplikasi yang sudah berjalan saat ini.
​Merespons publikasi roadmap fundamental ini, pergerakan harga Ethereum (ETH) terpantau mengalami konsolidasi di kisaran $1.764,43 pada hari yang sama. Aksi harga ETH saat ini cenderung bergerak stabil dalam rentang yang sempit. Para investor di market tampaknya masih mengambil sikap wait-and-see terkait informasi mengenai update terbaru ini.