asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT62,806.0+92.19 ( +0.15% )
EPICUSDT0.366-0.06 ( -14.09% )
ETHUSDT1,768.08+3.88 ( +0.22% )
HMSTRUSDT0.0003065-0.0000332 ( -9.77% )
HYPEUSDT70.636+1.99 ( +2.9% )
NAKAUSDT0.04261+0.01817 ( +74.35% )
NFPUSDT0.00605-0.00151 ( -19.97% )
SOLUSDT80.66+0.12 ( +0.15% )
VANRYUSDT0.006844+0.00211 ( +44.57% )
Powered by
News - Altcoins

Vitalik Buterin Ungkap Rencana Rombak Ethereum Hingga 2029

User
July 6, 2026 | 16:28 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 6, 2026 | 16:28 WIB
Vitalik Buterin Ungkap Rencana Rombak Ethereum Hingga 2029

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, memperkenalkan visi "Lean Ethereum", sebuah rencana perombakan besar terhadap protokol Ethereum yang diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat tahun. Vitalik menyebut pembaruan ini memiliki tingkat kepentingan yang sebanding dengan The Merge, transisi Ethereum dari mekanisme Proof of Work ke Proof of Stake pada 2022.

Menurut Vitalik, pengembangan Lean Ethereum akan dimulai setelah implementasi pembaruan Hegota yang dijadwalkan pada paruh akhir 2026. Program ini akan mengganti sejumlah komponen inti jaringan, termasuk sistem validasi transaksi, mekanisme finalitas, penyimpanan data, serta penerapan kriptografi yang tahan terhadap ancaman komputer kuantum (quantum-safe cryptography), yang kini menjadi prioritas lebih tinggi.

Salah satu fitur utama dalam roadmap tersebut adalah hadirnya lapisan penyimpanan data baru yang lebih murah. Inovasi ini ditargetkan mampu memangkas biaya transaksi lebih dari 10 kali lipat untuk berbagai aplikasi seperti token, NFT, dan protokol decentralized finance (DeFi), tanpa mengharuskan pengembang melakukan perubahan besar pada aplikasi yang sudah berjalan.

Vitalik menjelaskan bahwa pembaruan akan dilakukan secara bertahap hingga 2029 untuk memastikan kompatibilitas dan menjaga stabilitas jaringan selama proses migrasi.

Dalam jangka panjang, Lean Ethereum diharapkan meningkatkan keamanan, privasi, efisiensi, dan skalabilitas jaringan. Namun, roadmap yang membentang selama beberapa tahun juga menghadirkan tantangan eksekusi, terutama di tengah persaingan ketat dengan blockchain Layer 1 lain yang terus menghadirkan inovasi dengan siklus pengembangan lebih cepat.

Copiedbagikan