

.png)
.png)

Volume transaksi stablecoin mencapai rekor baru sebesar $1,79 triliun sepanjang Juni 2026, meningkat 63% dibandingkan bulan sebelumnya, menurut data Visa.
Lonjakan tersebut menunjukkan semakin pesatnya penggunaan stablecoin sebagai instrumen pembayaran dan penyelesaian transaksi digital. Stablecoin kini tidak hanya dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan aset kripto, tetapi juga mulai digunakan dalam pembayaran lintas negara, transfer dana, remitansi, hingga transaksi antarlembaga.
Peningkatan volume transaksi mencerminkan semakin luasnya adopsi stablecoin oleh pelaku industri keuangan. Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai bank, perusahaan pembayaran, hingga institusi keuangan tradisional mulai mengintegrasikan stablecoin ke dalam layanan mereka seiring meningkatnya kepastian regulasi di sejumlah negara.
Dominasi stablecoin juga semakin menguat di tengah berkembangnya ekosistem tokenisasi aset dunia nyata (RWA), decentralized finance (DeFi), serta pembayaran berbasis blockchain. Infrastruktur blockchain yang lebih cepat dan biaya transaksi yang relatif rendah menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan penggunaan aset digital tersebut.