asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT74,712.0-2600.0 ( -3.36% )
EDENUSDT0.1108-0.0605 ( -35.32% )
ETHUSDT2,031.28-91.71 ( -4.32% )
HYPEUSDT55.44-3.77 ( -6.37% )
MAPOUSDT0.001868-0.000225 ( -10.75% )
PROVEUSDT0.2697-0.032 ( -10.61% )
SOLUSDT82.27-4.73 ( -5.44% )
SUIUSDT1.006-0.1028 ( -9.27% )
U2UUSDT0.000511+0.000089 ( +21.09% )
Powered by
News

Volume Market Spot Kripto Januari 2026 Melonjak 10%, Derivatif Masih Stagnan

User
February 18, 2026 | 01:14 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 18, 2026 | 01:14 WIB
Volume Market Spot Kripto Januari 2026 Melonjak 10%, Derivatif Masih Stagnan

​Aktivitas perdagangan di exchange kripto utama menunjukkan tren positif sepanjang Januari 2026. Berdasarkan laporan terbaru Wu Blockchain, volume perdagangan spot di berbagai exchange global mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 10% dibandingkan bulan Desember 2025. Lonjakan ini dipimpin oleh Bitfinex yang tumbuh drastis sebesar 67%, disusul oleh Uniswap yang naik 62%, serta exchange Korea Selatan, Upbit, dengan pertumbuhan 44%.

​Berbeda dengan sektor spot, performa market derivatif justru cenderung stagnan dengan kenaikan tipis hanya sebesar 0,5%. Meskipun secara keseluruhan melandai, platform Hyperliquid tampil menonjol dengan mencatatkan lonjakan volume perdagangan derivatif mencapai 46%. Di sisi lain, beberapa pemain besar seperti MEXC dan KuCoin justru harus menghadapi penurunan volume yang cukup dalam, masing-masing sebesar 27% dan 17% di periode yang sama.

​Sementara itu, dari sisi antusiasme pengguna, traffic situs web exchange kripto secara global mengalami penurunan tipis sebesar 0,3%. Meski volume transaksi meningkat, intensitas kunjungan ke platform web menunjukkan pola yang melandai, dengan penurunan terdalam dialami oleh exchange HTX sebesar 22%. Data ini mengindikasikan bahwa meskipun aktivitas transaksi di dalam market tetap tinggi, pertumbuhan jumlah pengguna baru atau aktivitas eksplorasi situs web cenderung mengalami konsolidasi di awal tahun 2026.

Copiedbagikan