asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.00012-0.000027 ( -18.25% )
BTCUSDT67,544.0-1046.69 ( -1.53% )
DOGEUSDT0.10065+0.00001 ( +0.01% )
ETHUSDT1,994.15+3.94 ( +0.2% )
JELLYJELLYUSDT0.07382+0.0127 ( +20.72% )
LABUBUUSDT0.0011222-0.000104 ( -8.46% )
PAXGUSDT4,896.15-102.47 ( -2.05% )
SOLUSDT85.05-0.67 ( -0.78% )
XRPUSDT1.4749-0.0087 ( -0.59% )
Powered by
News

Volume Market Spot Kripto Januari 2026 Melonjak 10%, Derivatif Masih Stagnan

User
February 18, 2026 | 01:14 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 18, 2026 | 01:14 WIB
Volume Market Spot Kripto Januari 2026 Melonjak 10%, Derivatif Masih Stagnan

​Aktivitas perdagangan di exchange kripto utama menunjukkan tren positif sepanjang Januari 2026. Berdasarkan laporan terbaru Wu Blockchain, volume perdagangan spot di berbagai exchange global mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 10% dibandingkan bulan Desember 2025. Lonjakan ini dipimpin oleh Bitfinex yang tumbuh drastis sebesar 67%, disusul oleh Uniswap yang naik 62%, serta exchange Korea Selatan, Upbit, dengan pertumbuhan 44%.

​Berbeda dengan sektor spot, performa market derivatif justru cenderung stagnan dengan kenaikan tipis hanya sebesar 0,5%. Meskipun secara keseluruhan melandai, platform Hyperliquid tampil menonjol dengan mencatatkan lonjakan volume perdagangan derivatif mencapai 46%. Di sisi lain, beberapa pemain besar seperti MEXC dan KuCoin justru harus menghadapi penurunan volume yang cukup dalam, masing-masing sebesar 27% dan 17% di periode yang sama.

​Sementara itu, dari sisi antusiasme pengguna, traffic situs web exchange kripto secara global mengalami penurunan tipis sebesar 0,3%. Meski volume transaksi meningkat, intensitas kunjungan ke platform web menunjukkan pola yang melandai, dengan penurunan terdalam dialami oleh exchange HTX sebesar 22%. Data ini mengindikasikan bahwa meskipun aktivitas transaksi di dalam market tetap tinggi, pertumbuhan jumlah pengguna baru atau aktivitas eksplorasi situs web cenderung mengalami konsolidasi di awal tahun 2026.

Copiedbagikan