

.png)
.png)

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Korea Selatan Goo Yun cheol memerintahkan peninjauan mendesak terhadap pengelolaan aset digital sitaan yang dikelola pemerintah. Langkah ini diambil setelah sejumlah insiden besar yang menimbulkan sorotan publik terhadap keamanan dan tata kelola aset kripto di negara tersebut.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah hilangnya 22 Bitcoin pada 2022 yang sebelumnya disita dan dikelola oleh kepolisian Distrik Gangnam. Selain itu, otoritas juga menyoroti kesalahan pencatatan kredit Bitcoin senilai 40 miliar dolar AS di bursa kripto Bithumb yang memicu kekhawatiran mengenai sistem pengawasan internal.
Goo Yun cheol meminta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur penyimpanan, pengamanan, dan pencatatan aset digital yang berada di bawah kendali lembaga pemerintah. Pemerintah menegaskan komitmen untuk memperketat perlindungan aset kripto sitaan guna mencegah terulangnya insiden serupa.
Meski demikian, pihak berwenang belum merinci langkah teknis atau mekanisme pengamanan baru yang akan diterapkan. Pernyataan resmi hanya menyebutkan bahwa standar keamanan akan diperkuat dan koordinasi antar lembaga akan ditingkatkan.
Audit mendesak ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa aset digital sitaan negara dikelola secara transparan dan aman di tengah meningkatnya nilai dan kompleksitas pasar kripto global.