Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun melonjak tajam hingga menyentuh level 5,166% per Kamis (24/9) saat pembukaan pasar US, mencatatkan rekor tertinggi baru dalam 19 tahun terakhir. Lonjakan agresif ini mencerminkan kenaikan hingga 23 basis poin hanya dalam kurun waktu dua hari terakhir, menandakan tekanan aksi jual masif di pasar obligasi global.
​Langkah para investor pasar obligasi (bond vigilantes) ini dinilai secara terbuka menentang kebijakan dan arah pandangan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Tekanan jual di pasar tetap memanas meskipun Kementerian Keuangan AS dijadwalkan melakukan aksi buyback obligasi senilai $6 miliar untuk meredam gejolak pasar dan menjaga stabilitas likuiditas.
​Kenaikan imbal hasil obligasi yang begitu cepat ini memicu kekhawatiran baru di pasar finansial global karena meningkatkan biaya pinjaman di berbagai sektor. Para pelaku pasar kini mencermati apakah intervensi buyback $6 miliar tersebut cukup efektif menahan laju kenaikan yield atau justru pasar akan terus menekan posisi pemerintah AS dalam beberapa hari mendatang.



