asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3614-0.1041 ( -22.36% )
BUSDT0.11279+0.00498 ( +4.62% )
BTCUSDT64,768.5+2836.49 ( +4.58% )
ETHUSDT1,877.89+123.48 ( +7.04% )
HEIUSDT0.1061+0.0072 ( +7.28% )
HYPEUSDT65.692+2.92 ( +4.66% )
IAGUSDT0.022-0.0015 ( -6.38% )
SOLUSDT77.37+3.12 ( +4.2% )
XRPUSDT1.1099+0.053 ( +5.02% )
Powered by
News

YouTuber Korea Selatan Ditikam Penonton yang Rugi Akibat Rekomendasi Saham

User
July 15, 2026 | 04:37 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 15, 2026 | 04:37 WIB
YouTuber Korea Selatan Ditikam Penonton yang Rugi Akibat Rekomendasi Saham

​Seorang YouTuber saham di Korea Selatan menjadi korban penikaman oleh penontonnya sendiri di Distrik Nam, Busan, pada Senin pagi, 13 Juli 2026. Laporan dari The Chosun Daily menyebutkan bahwa pelaku, seorang pria berusia 20-an, sengaja mendatangi lokasi korban dengan membawa senjata tajam karena menaruh dendam setelah mengalami kerugian investasi yang besar akibat mengikuti rekomendasi saham dari kanal tersebut.

​Pelaku menyerang korban, seorang pria berusia 40-an, sebanyak beberapa kali di bagian wajah dan tubuh sebelum akhirnya melarikan diri dari lokasi kejadian. Meski sempat mengalami luka serius, pihak medis mengonfirmasi bahwa kondisi korban kini stabil dan tidak lagi dalam keadaan kritis atau mengancam jiwa.

​Kepolisian Busan bertindak cepat dan berhasil meringkus tersangka di sebuah penginapan yang terletak tidak jauh dari lokasi penyerangan hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan investigasi mendalam terkait motif, hubungan antara keduanya, serta bagaimana pelaku merencanakan aksi kekerasan tersebut.

​Meski otoritas belum merilis identitas resmi, kanal YouTube yang dimaksud diduga adalah Winners TV, sebuah platform investasi dengan sekitar 93.000 pelanggan yang rutin membagikan rekomendasi saham harian. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap kreator konten di Korea Selatan, yang kembali menyoroti risiko keamanan bagi para influencer finansial di ruang digital.

Copiedbagikan