


​Platform bursa terdesentralisasi (perpetual DEX) di jaringan Solana, Drift Protocol, dilaporkan kehilangan sekitar 50% dari total nilai aset terkunci (TVL) akibat peretasan besar-besaran. Menanggapi situasi darurat ini, tim developer Drift Protocol memberikan pernyataan resmi melalui akun X resminya dan mengonfirmasi bahwa mereka sedang dalam proses investigasi mendalam terkait aktivitas tidak wajar tersebut.
​Berdasarkan pantauan data on-chain, total kerugian sementara mencapai $270,6 juta atau kurang lebih Rp4,6 Triliun. Insiden yang terdeteksi sejak Rabu (01/04) ini mengakibatkan hampir 980.000 SOL amblas, bersama dengan puluhan jenis token lainnya yang turut terdampak dalam serangan sistemik ini.
​Pihak Drift menegaskan bahwa kejadian ini nyata dan meminta pengguna untuk segera berhenti melakukan deposit dana ke dalam protokol. "Ini bukan lelucon April Mop," tegas tim developer melalui akun X resminya pada Kamis dini hari.
Hingga saat ini, belum ada rincian teknis mengenai celah keamanan yang berhasil ditembus maupun langkah pemulihan dana pengguna. Seluruh dana tersebut terpantau mengalir deras ke alamat wallet pelaku: HkGz4KmoZ7Zmk7HN6ndJ31UJ1qZ2qgwQxgVqQwovpZES.
​Berdasarkan data monitoring on-chain, berikut adalah aset-aset utama yang berhasil dikuras oleh pelaku:
​$SOL, $JPL, $USDC, $CBBTC, $USDT, $USDS, $WETH, $DSOL, $WBTC, $FARTCOIN, $JITOSOL, $SYRUPUSDC, $INF, $MSOL, $BSOL, $EURC, $ZBTC, $USDY, $JUP, $SYRUP.