asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconao iconAOUSDT2.22+0.402 ( +22.11% )
tether usd iconbiconomy iconBICOUSDT0.01687+0.00275 ( +19.48% )
tether usd iconbless iconBLESSUSDT0.0131718-0.0057968 ( -30.56% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT63,556.7-19.07 ( -0.03% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,864.13-25.78 ( -1.36% )
tether usd icondefi app iconHOMEUSDT0.00783+0.0001 ( +1.29% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT53.998+1.05 ( +1.98% )
tether usd iconrats iconRATSUSDT0.00005985+0.00000454 ( +8.21% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT73.68-0.26 ( -0.35% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Agen FBI Curi Kripto $1 Juta dari Peretas Negara Lain, Buat Rencana Kabur Pakai ChatGPT

User
August 4, 2026 | 04:38 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 4, 2026 | 04:38 WIB
Agen FBI Curi Kripto $1 Juta dari Peretas Negara Lain, Buat Rencana Kabur Pakai ChatGPT

Kasus kejahatan internal kembali mengguncang lembaga penegak hukum Amerika Serikat setelah seorang mantan agen khusus pengawas di Divisi Kontraintelijen dan Espionase FBI, Patrick Steven Yaroch, resmi ditangkap pada Jumat lalu berdasarkan dokumen afidavit pengadilan federal tertanggal 1 Agustus 2026 dan pernyataan Departemen Kehakiman (DOJ). Yaroch dituduh memanfaatkan akses intelijen tingkat tinggi (top-secret security clearance) untuk meretas dan memindahkan aset kripto senilai sekitar $1 juta ke wallet pribadinya. Aset digital tersebut diketahui milik akun peretas yang terafiliasi dengan negara rival dan sedang berada dalam pengawasan pihak berwenang.

​Berdasarkan dokumen afidavit dari pengadilan federal, transaksi ilegal ini dilakukan Yaroch secara bertahap dalam 10 hingga 12 kali pengiriman sejak akhir 2024 hingga awal 2025. Ia berhasil menghafal kunci akses dari basis data rahasia pemerintah tempat ia bertugas. Meski dana tersebut tidak langsung dibelanjakan di pasar terbuka, Yaroch kedapatan menggabungkan aset curian tersebut dengan dana pribadinya di wallet pribadi tanpa izin resmi.

​Hal yang menarik perhatian publik adalah keterlibatan kecerdasan buatan dalam skenario pelarian Yaroch. Pemeriksaan pada riwayat penggunaan ChatGPT milik pelaku mengungkapkan bahwa ia berkonsultasi mengenai strategi menginvestasikan uang $1 juta untuk pensiun dini di Eropa, di mana AI tersebut merekomendasikan Portugal sebagai opsi utama untuk memiliki properti. Menindaklanjuti saran tersebut, Yaroch bahkan sudah memesan tiket penerbangan ke Portugal untuk keberangkatan 3 September 2026 sebelum akhirnya ditangkap.

​Pelarian Yaroch berakhir setelah ia mengaku kepada seorang pegawai Departemen Kehakiman bahwa ia telah membuat keputusan yang sangat buruk terkait wallet kripto. Pihak FBI resmi memecat Yaroch pada 31 Juli 2026, dan kini ia menghadapi dakwaan berat atas pemindahan barang serta uang curian antarnegara bagian

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan