


SpaceX resmi mendaftarkan dokumen IPO untuk meluncur di bursa Nasdaq dengan kode ticker SPCX. Melansir data dari SEC pada Rabu (20/5), dalam berkas tersebut SpaceX mengungkap bahwa mereka menyimpan aset digital sebanyak 18.712 Bitcoin. Seluruh Bitcoin ini dibeli dengan harga rata-rata sekitar $35.000 per BTC, sehingga nilai total aset cadangan perusahaan saat ini diperkirakan mencapai $1,45 miliar atau sekitar Rp23,2 triliun.
​Lewat IPO ini, SpaceX menargetkan bisa meraup dana segar hingga $75 miliar dan mengunci nilai valuasi perusahaan di angka lebih dari $2 triliun. Angka ini melonjak tajam setelah SpaceX mencaplok perusahaan AI milik Elon Musk, xAI, serta platform media sosial X awal tahun ini. Langkah ini diprediksi bakal memecahkan rekor sebagai IPO terbesar dalam sejarah pasar modal dunia, mengalahkan rekor raksasa minyak Saudi Aramco pada 2019 lalu.
​Proses penawaran kepada investor akan dimulai pada 4 Juni, dengan target penetapan harga saham perdana pada 11 Juni. Aksi korporasi raksasa ini didampingi oleh dua bank investasi besar, Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Pengakuan kepemilikan Bitcoin dari SpaceX ini disinyalir kuat akan semakin memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset cadangan kas yang sah bagi perusahaan-perusahaan publik di masa depan.