asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.706-0.015 ( -2.08% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT83,596.0-744.73 ( -0.88% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,691.82+8.27 ( +0.31% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT87.346-4.21 ( -4.6% )
tether usd iconbenqi iconQIUSDT0.003146+0.000269 ( +9.35% )
tether usd iconquant iconQNTUSDT233.71-56.2 ( -19.39% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT118.8-2.97 ( -2.44% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.1645-0.0918 ( -7.31% )
tether usd iconbittensor iconTAOUSDT306.7-12.4 ( -3.89% )
Powered by
powered by triv
Breaking News

Rupiah Anjlok Melewati Rp17.300 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Pemicu

User
April 23, 2026 | 12:24 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
April 23, 2026 | 12:24 WIB
Rupiah Anjlok Melewati Rp17.300 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Pemicu

Nilai tukar Rupiah kembali melemah tajam hingga menyentuh level sekitar Rp17.300 per dolar Amerika Serikat, mencerminkan tekanan besar dari faktor global dan domestik.

Salah satu pemicu utama pelemahan ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik Iran yang mendorong lonjakan harga energi dan memicu ketidakpastian pasar global.

Kondisi ini menyebabkan arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, karena investor cenderung mencari aset yang lebih aman seperti dolar AS.

Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat juga menjadi faktor penting. Ketika suku bunga AS tetap tinggi, dana global cenderung mengalir ke sana, sehingga menekan mata uang negara lain.

Di sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan impor energi serta potensi kenaikan subsidi pemerintah akibat lonjakan harga minyak.

Kombinasi antara capital outflow, inflasi yang meningkat, dan ketidakpastian global membuat ruang kebijakan moneter menjadi semakin terbatas.

Bank sentral pun berada dalam posisi sulit antara menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Secara historis, rupiah memang dikenal sebagai mata uang yang sensitif terhadap gejolak global, terutama yang berkaitan dengan energi dan arus modal.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB