

.png)
.png)

Para trader memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz mulai mendorong dunia menuju potensi krisis pangan global.
Menurut laporan Financial Times, lonjakan harga gas akibat terganggunya pasokan energi memberikan tekanan besar pada produksi pupuk.
Pupuk sangat bergantung pada gas sebagai bahan utama, sehingga kenaikan harga energi langsung meningkatkan biaya produksi.
Dampaknya tidak berhenti di sektor energi, tetapi merambat ke rantai pasok pangan secara keseluruhan.
Kenaikan biaya pupuk dapat mengurangi produksi pertanian, yang pada akhirnya berpotensi menekan pasokan makanan global.
Selain itu, gangguan logistik akibat konflik juga memperburuk distribusi bahan pangan ke berbagai negara.
Kondisi ini meningkatkan risiko lonjakan harga pangan, terutama di negara negara yang bergantung pada impor.
Jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut, tekanan terhadap sektor pertanian dan pangan diperkirakan akan semakin besar.