asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT78,038.4+1675.4 ( +2.19% )
BTTCUSDT0.00000032-0.00000001 ( -3.03% )
ENJUSDT0.05923-0.00111 ( -1.84% )
ETHUSDT2,389.07+63.38 ( +2.73% )
GUNUSDT0.01799-0.00656 ( -26.72% )
HYPEUSDT40.51-0.31 ( -0.76% )
METUSDT0.193+0.0474 ( +32.56% )
PAXGUSDT4,744.82-27.78 ( -0.58% )
SOLUSDT88.36+2.47 ( +2.88% )
Powered by
News

Konflik di Selat Hormuz Bisa Picu Risiko Krisis Pangan Global

User
April 22, 2026 | 10:53 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
April 22, 2026 | 10:53 WIB
Konflik di Selat Hormuz Bisa Picu Risiko Krisis Pangan Global

Para trader memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz mulai mendorong dunia menuju potensi krisis pangan global.

Menurut laporan Financial Times, lonjakan harga gas akibat terganggunya pasokan energi memberikan tekanan besar pada produksi pupuk.

Pupuk sangat bergantung pada gas sebagai bahan utama, sehingga kenaikan harga energi langsung meningkatkan biaya produksi.

Dampaknya tidak berhenti di sektor energi, tetapi merambat ke rantai pasok pangan secara keseluruhan.

Kenaikan biaya pupuk dapat mengurangi produksi pertanian, yang pada akhirnya berpotensi menekan pasokan makanan global.

Selain itu, gangguan logistik akibat konflik juga memperburuk distribusi bahan pangan ke berbagai negara.

Kondisi ini meningkatkan risiko lonjakan harga pangan, terutama di negara negara yang bergantung pada impor.

Jika gangguan di Selat Hormuz berlanjut, tekanan terhadap sektor pertanian dan pangan diperkirakan akan semakin besar.

Copiedbagikan