


​Seorang pria berusia 74 tahun di Voiron, Prancis, menjadi korban penculikan dan penyiksaan brutal oleh komplotan penjahat yang salah mengira anaknya sebagai raja kripto. Kepolisian Prancis telah menangkap tiga tersangka berusia 20-an tahun yang mendalangi aksi tersebut dengan motif memeras aset kripto senilai 3,5 juta dolar AS atau setara Rp55 miliar dari anak korban. Para pelaku meyakini sang anak adalah trader kaya raya, padahal faktanya ia hanyalah seorang web developer yang tidak memiliki kripto dalam jumlah signifikan.
​Insiden mengerikan ini bermula ketika korban diculik dari rumahnya pada subuh hari dan dibawa ke ruang belakang sebuah bar di Valence. Di sana, lansia tersebut mengalami mimpi buruk selama hampir 16 jam dan disiksa secara sadis, Para pelaku merekam adegan penyiksaan tersebut dan mengirimkannya kepada sang anak sebagai ancaman agar tebusan Rp55 miliar tersebut segera dibayarkan. Istri korban berhasil selamat karena bersembunyi di loteng saat penyergapan terjadi.
​Insiden ini berakhir ketika para penculik akhirnya menyadari kesalahan fatal mereka mengenai identitas dan kekayaan sang anak. Korban kemudian dibuang di pinggir jalan pada pukul 11 malam dalam kondisi fisik yang mengenaskan. Kasus ini menambah daftar panjang fenomena kriminal dengan latar belakang kripto di Prancis, yang menurut data CertiK telah mencapai 19 kasus.