​Juru bicara militer Ansarallah, Yahya Sarea, mengumumkan gelombang serangan skala besar yang menyasar sejumlah infrastruktur strategis di wilayah Arab Saudi pada Senin (19/10). Dalam pernyataan resminya, Sarea mengklaim target serangan mencakup fasilitas minyak Saudi Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta Bandara Abha beserta instalasi radarnya. Selain itu, pangkalan udara militer di Khamis Mushait, pangkalan Angkatan Laut Saudi di Jazan, dan stasiun radar Bir Askar di Najran turut diklaim menjadi sasaran.
​Sarea menyatakan aksi militer tersebut dilancarkan sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi yang menyasar wilayah sipil di Sanaa dan beberapa kawasan Yaman lainnya. Pihak Ansarallah mengklaim gempuran koalisi tersebut menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, yang mayoritas merupakan perempuan dan anak-anak.
​Klaim serangan langsung ke infrastruktur minyak dan transportasi udara vital Arab Saudi ini berisiko memperluas gangguan rantai pasok energi global di tengah eskalasi militer yang kian panas di Timur Tengah.



