


​Perusahaan riset kecerdasan buatan Anthropic mempublikasikan temuan mengejutkan terkait kemampuan model AI terbaru mereka, Claude Mythos Preview. Jika biasanya AI hanya diandalkan untuk mendeteksi bug atau kesalahan penulisan kode oleh pemrogram, kali ini Claude terbukti mampu menembus dan menemukan kelemahan langsung pada rumus matematika yang menjadi fondasi utama sistem keamanan digital.
​Dalam rilis resmi yang dipublikasikan pada Selasa (28/7), Claude Mythos mengklaim berhasil membedah dua skema kriptografi penting secara mandiri. Pertama, AI ini mengeksploitasi sistem HAWK, sebuah kandidat enkripsi masa depan yang dirancang untuk menahan serangan komputer kuantum dan memangkas kekuatan kuncinya hingga separuh dalam waktu 60 jam. Kedua, Claude menemukan metode baru untuk mempercepat pembobolan varian penyederhanaan dari Advanced Encryption Standard (AES), yakni standar enkripsi paling populer yang mengamankan data internet global saat ini.
​Pihak Anthropic menegaskan bahwa temuan ini tidak memberikan dampak langsung terhadap sistem keamanan operasional yang berjalan saat ini. Sistem HAWK masih berstatus kandidat uji coba dan belum dipasang secara umum, sementara serangan pada AES hanya bekerja pada versi skala kecil. Penemuan ini justru dinilai sebagai langkah maju dalam dunia siber, di mana AI dapat digunakan sebagai alat stress-testing untuk memperkuat sistem kriptografi sebelum resmi diadopsi secara massal.