asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.6884-0.0176 ( -2.49% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT81,611.7-1873.41 ( -2.24% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,456.28-108.7 ( -4.24% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT83.768-4.51 ( -5.11% )
tether usd iconmeteora iconMETUSDT0.433-0.0052 ( -1.19% )
tether usd iconorigin protocol iconOGNUSDT0.04837+0.02491 ( +106.18% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT108.93-7.37 ( -6.34% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.033-0.0917 ( -8.15% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3675-0.0591 ( -4.14% )
Powered by
powered by triv
News

Aparat Ukraina Grebek Sindikat Exchange Kripto Palsu Beromzet Jutaan Dolar

User
February 25, 2026 | 23:42 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 25, 2026 | 23:42 WIB
Aparat Ukraina Grebek Sindikat Exchange Kripto Palsu Beromzet Jutaan Dolar

​Aparat penegak hukum Ukraina bersama kepolisian internasional berhasil menggerebek sebuah sindikat penipuan yang beroperasi menggunakan modus exchange kripto palsu. Operasi berskala besar yang dilaporkan pada (23/2) ini berpusat di kota Dnipro dan berujung pada penangkapan 11 tersangka utama yang menjalankan call center ilegal. Kelompok kriminal ini diketahui telah menargetkan banyak warga Uni Eropa dan meraup omzet haram sedikitnya $1,2 juta (sekitar Rp18,8 miliar) selama setahun terakhir beroperasi.

​Modus operandi komplotan ini terbilang rapi karena memanfaatkan antarmuka exchange kripto palsu yang dirancang oleh para developer nakal agar terlihat sangat profesional dan meyakinkan. Para operator call center kemudian akan menghubungi calon korban dan memanipulasi mereka menggunakan grafik pertumbuhan aset serta profit fiktif untuk memancing deposit awal. Begitu dana yang disetorkan korban mencapai jumlah besar, para pelaku langsung memblokir semua jalur komunikasi dan memindahkan uang tersebut ke wallet kripto anonim.

​Dalam penggerebekan yang menyasar sekitar 40 lokasi berbeda tersebut, aparat berhasil menyita perangkat komputer, ponsel pintar, serta dana senilai lebih dari 21 juta Hryvnia yang diduga kuat berasal dari tindak kejahatan. Atas tindakan penipuan terorganisir pencucian uang ini, para tersangka kini menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun beserta penyitaan seluruh aset mereka. Kasus pembongkaran ini menjadi alarm peringatan keras bagi para investor kripto di seluruh dunia untuk selalu memverifikasi legalitas sebuah platform sebelum melakukan transaksi apapun.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB