asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.397+0.0407 ( +11.42% )
ARGUSDT0.3106+0.1705 ( +121.7% )
BTCUSDT64,250.8-452.93 ( -0.7% )
ETHUSDT1,886.25+4.76 ( +0.25% )
HUSDT0.05952-0.00782 ( -11.61% )
HEIUSDT0.1058+0.0029 ( +2.82% )
HYPEUSDT65.906-2.38 ( -3.48% )
IAGUSDT0.02435-0.00015 ( -0.61% )
SOLUSDT76.27-1.18 ( -1.52% )
Powered by
News - AI

Apple Intelligence Kantongi Ijin di China, Gandeng Alibaba dan Baidu

User
July 16, 2026 | 13:34 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 16, 2026 | 13:34 WIB
Apple Intelligence Kantongi Ijin di China, Gandeng Alibaba dan Baidu

Apple Intelligence resmi memperoleh persetujuan regulator untuk beroperasi di China. Untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan ketentuan lokal, Apple menggandeng Alibaba dan Baidu sebagai penyedia teknologi kecerdasan buatan (AI) di negara tersebut.

Persetujuan ini menjadi langkah penting bagi Apple dalam memperluas fitur Apple Intelligence ke salah satu pasar smartphone terbesar di dunia. Selama ini, peluncuran layanan AI Apple di China tertunda karena perusahaan harus memenuhi persyaratan regulasi yang ketat terkait penggunaan model AI generatif.

Melalui kerja sama tersebut, Alibaba dan Baidu akan menyediakan teknologi AI yang telah disesuaikan dengan regulasi China. Pendekatan ini memungkinkan Apple menghadirkan pengalaman Apple Intelligence kepada pengguna lokal tanpa harus menggunakan model AI yang tidak mendapat izin beroperasi di negara tersebut.

China memiliki aturan yang mewajibkan layanan AI generatif memperoleh persetujuan pemerintah sebelum diluncurkan secara komersial. Selain itu, penyedia layanan juga harus mematuhi ketentuan mengenai keamanan data, sensor konten, dan penyimpanan informasi pengguna.

Bagi Apple, kehadiran Apple Intelligence di China dinilai penting untuk mempertahankan daya saing di tengah meningkatnya persaingan dengan produsen lokal yang telah lebih dulu mengintegrasikan fitur AI ke dalam perangkat mereka.

Kolaborasi dengan Alibaba dan Baidu juga mencerminkan semakin eratnya kerja sama antara perusahaan teknologi global dan penyedia AI domestik dalam menghadirkan layanan yang sesuai dengan regulasi di pasar China.

Copiedbagikan