


​Di tengah anjloknya harga pasar kripto belakangan ini, pendiri BitMEX Arthur Hayes melemparkan prediksi yang sangat ekstrem. Lewat wawancara terbarunya di podcast Bankless yang diterbitkan pada Rabu (24/6), Hayes memperkirakan harga Bitcoin masih bisa merosot lebih dalam lagi hingga ke area $40.000 dalam enam bulan ke depan. Meski ia menebak harga akan turun dulu dalam jangka pendek, Hayes mengaku tetap borong Bitcoin untuk investasi jangka panjangnya.
​Menariknya, jatuhnya Bitcoin ke level $40.000 itu dianggap hanya batu loncatan sebelum Bitcoin terbang tinggi sampai $1 juta per koin. Hayes melihat peluang luar biasa ini baru akan terjadi kalau tren kecerdasan buatan atau AI sudah mulai kehilangan pesonanya. Menurutnya, sejak akhir 2022 sampai pertengahan 2026, uang para investor di seluruh dunia sebanyak $1,5 triliun habis tersedot ke proyek-proyek raksasa AI seperti komputer canggih dan pusat data, bukannya masuk ke pasar kripto.
​Skenario gila menuju $1 juta ini baru akan terwujud kalau tren AI tersebut mulai meredup. Kondisi itu diyakini bakal memaksa bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve untuk kembali mencetak uang dan menyuntikkan modal besar-besaran ke pasar keuangan. Namun untuk saat ini, para investor kripto harus tetap waspada karena Bitcoin masih dibayangi tekanan berat dan berisiko turun ke area $55.000 hingga $52.000 sebelum akhirnya pelan-pelan bangkit kembali.