asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.73-0.0036 ( -0.49% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT84,396.8+392.3 ( +0.47% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,697.24+7.08 ( +0.26% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT93.075+0.84 ( +0.91% )
tether usd iconbenqi iconQIUSDT0.00313-0.000605 ( -16.2% )
tether usd iconsuperrare iconRAREUSDT0.01965+0.00456 ( +30.22% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT120.67-0.19 ( -0.16% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.1708-0.0002 ( -0.02% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.5172-0.044 ( -2.82% )
Powered by
powered by triv
News

Arthur Hayes: Market Kripto dalam Zona Mati Hadapi Ancaman AI dan Krisis Energi

User
April 17, 2026 | 02:19 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 17, 2026 | 02:19 WIB
Arthur Hayes: Market Kripto dalam Zona Mati Hadapi Ancaman AI dan Krisis Energi

​Pendiri BitMEX, Arthur Hayes, menyatakan dalam esai terbarunya pada Kamis (16/4) bahwa market kripto saat ini terjebak dalam "Zona Mati" akibat tekanan ganda dari ancaman AI dan krisis energi. Hayes memprediksi adopsi agen AI akan memicu PHK massal terhadap pekerja dengan skill tinggi, yang berujung pada keruntuhan kredit konsumen dan krisis perbankan di Amerika Serikat. Kondisi ini diyakini akan memaksa bank sentral untuk kembali mencetak uang dalam skala masif demi menyelamatkan sistem keuangan.

​Di sisi geopolitik, Hayes menyoroti ketegangan antara pemerintahan Donald Trump dan Iran di Selat Hormuz yang mengancam arus komoditas energi global. Kontrol Iran atas jalur tersebut diprediksi akan mempercepat dedolarisasi karena negara-negara terpaksa membayar biaya transit menggunakan Yuan atau Emas. Hayes menilai ketidakpastian ini menciptakan tekanan luar biasa pada pasar obligasi AS, sehingga pelaku market cenderung menahan diri dari aktivitas trading spekulatif.

​Meski kondisi makro masih tidak menentu, Hayes menegaskan bahwa kuantitas uang jauh lebih krusial bagi harga Bitcoin daripada tingkat suku bunga. Ia melihat Bitcoin dan Emas sebagai pelindung nilai utama saat bank sentral mulai menyuntikkan likuiditas fiat untuk menutupi defisit pemerintah. Saat ini, Hayes memilih tetap mempertahankan posisi long pada Bitcoin dan aktif mengakumulasi token Hyperliquid ($HYPE) sebagai aset strategis di tengah kondisi ketidakpastian global.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB