​Pemerintah Serikat dan Tiongkok resmi merilis daftar komoditas non-sensitif bernilai total $60 miliar yang akan mendapatkan pemotongan tarif impor pada Senin (28/9). Langkah kompromi ini diambil usai pertemuan bilateral antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping di Washington, di mana masing-masing negara memangkas bea masuk untuk produk bernilai $30 miliar guna meredakan ketegangan dagang kedua pihak.
​Kementerian Perdagangan Tiongkok mencakup 1.619 produk asal AS yang mendapatkan fasilitas penurunan tarif, mulai dari komoditas pertanian (seperti jagung dan gandum), produk perawatan diri, kayu, alat kesehatan, hingga batu bara. Sebaliknya, perwakilan Perdagangan AS (USTR) Jamieson Greer mengonfirmasi pemangkasan tarif untuk 77 kategori barang Tiongkok, seperti peralatan rumah tangga kecil, kembang api, mainan anak, perabotan natal, hingga perlengkapan olahraga. Penurunan tarif ini mengembalikan bea masuk ke level most-favored-nation (MFN) berbasis aturan WTO, sehingga tarif khusus negara efektif dihapuskan untuk kategori tersebut.
​Kendati kesepakatan ini memberikan angin segar bagi sektor konsumer, produk bernilai strategis seperti semikonduktor, kendaraan listrik, dan baterai dipastikan tidak termasuk dalam daftar. Selain itu, komoditas utama AS seperti kedelai juga absen dari rilis pemotongan tarif kali ini.
​Langkah diplomatik ini diikuti dengan perpanjangan masa gencatan perang dagang selama dua bulan hingga 10 Januari mendatang. Selain penurunan tarif produk konsumer, kedua negara juga sepakat membentuk kelompok kerja sektor pertanian, membuka saluran komunikasi terkait keamanan kecerdasan buatan (AI), serta menjajaki peluang peningkatan penerbangan langsung antar kedua negara.



