

.png)
.png)

Pemerintahan Amerika Serikat resmi mencabut lisensi yang sebelumnya mengizinkan Iran menjual minyak secara terbatas. Langkah ini menandai kembalinya tekanan ekonomi terhadap Teheran setelah memburuknya situasi keamanan di kawasan, termasuk serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Pencabutan lisensi tersebut secara efektif mengakhiri keringanan sanksi yang sempat diberikan kepada Iran. Pemerintah AS menyatakan keputusan itu diambil karena tindakan Iran dinilai melanggar ketentuan dalam kesepakatan sementara yang sebelumnya memungkinkan penjualan minyak dalam jumlah terbatas.
Kebijakan ini diperkirakan akan semakin membatasi kemampuan Iran mengekspor minyak ke pasar internasional. Bagi pasar energi global, langkah tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan, terutama karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, harga minyak dunia bergerak naik karena investor mengantisipasi berkurangnya pasokan dari Iran serta meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan antara Washington dan Teheran juga memunculkan kekhawatiran bahwa proses negosiasi damai yang sebelumnya berlangsung dapat kembali mengalami hambatan.