


​Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pasang badan membela kredibilitas negara-negara Eropa setelah mendapat kritik pedas dari Presiden AS Donald Trump di KTT NATO 2026 di Ankara, Turki, Rabu (8/7). Rutte mengungkapkan bahwa pangkalan-pangkalan militer di Eropa sejauh ini telah memfasilitasi hingga 5.000 sortie (penerbangan operasional) pesawat militer AS untuk mendukung operasi serangan udara ke wilayah Iran.
​Langkah defensif Rutte ini mencuat pasca-Trump menyemprot sekutu Barat seperti Italia, Jerman, dan Prancis yang menolak terlibat langsung dalam konflik bersenjata tersebut. Trump mempertanyakan komitmen pendanaan pertahanan masa lalu ketika negara-negara tersebut dinilai tidak hadir saat Washington membutuhkan bantuan di Timur Tengah. Menanggapi tudingan ketidaksolidan itu, Rutte menegaskan bahwa Eropa tetap menjadi platform krusial bagi proyeksi kekuatan militer AS melalui kepatuhan terhadap seluruh perjanjian pangkalan bilateral.
​Meski terjadi dinamika internal terkait keterlibatan langsung di medan tempur, Sekjen NATO memastikan seluruh 32 negara anggota tetap satu suara dengan agenda utama Pentagon. Rutte menegaskan bahwa dalam pertemuan puncak di Ankara hari ini, blok Barat akan memperkuat komitmen bersama dan menegaskan kembali posisi bahwa Iran sama sekali tidak boleh memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.