asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.04061+0.00598 ( +17.27% )
tether usd iconbedrock iconBRUSDT0.22843+0.02493 ( +12.25% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT63,808.8-175.96 ( -0.28% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.341-0.0309 ( -8.31% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,893.54-11.14 ( -0.59% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT58.056+2.08 ( +3.71% )
tether usd iconprom iconPROMUSDT2.414-0.941 ( -28.05% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT76.3-0.01 ( -0.01% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.05416-0.02188 ( -28.77% )
Powered by
powered by triv
News

AS Klaim Distribusi Minyak Mulai Pulih, Negara Teluk Pilih Pasrah Turuti Tuntutan Iran

User
August 12, 2026 | 02:04 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 12, 2026 | 02:04 WIB
AS Klaim Distribusi Minyak Mulai Pulih, Negara Teluk Pilih Pasrah Turuti Tuntutan Iran

Krisis geopolitik dan keamanan energi di Selat Hormuz memasuki babak baru pada Selasa (11/8) yang diwarnai perebutan narasi. Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, melalui unggahan resminya di platform X mengklaim bahwa berkat pengawalan militer AS, volume minyak yang keluar dari Selat Hormuz mencapai hampir 9 juta barel per hari. Bila digabungkan dengan jalur pipa darat dan fasilitas ekspor yang ditingkatkan, total aliran minyak kawasan tersebut diklaim menyentuh 15 juta barel per hari, bahkan sempat menembus 20 juta barel pada akhir pekan lalu.

​Namun, klaim AS tersebut berbanding terbalik dengan laporan The Wall Street Journal (WSJ). Sumber internal menyebutkan bahwa negara-negara produsen minyak mulai kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah AS dan secara tertutup bersiap menerima pengawasan permanen Iran atas Selat Hormuz. Mereka memandang kontrol dan pengawasan laut oleh Iran sebagai pilihan yang paling tidak buruk guna menghindari eskalasi militer terbuka yang dapat menghancurkan infrastruktur energi mereka.

​Situasi kian memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada AS melalui kantor berita Fars. Iran menegaskan bahwa dominasi mereka atas Selat Hormuz bersifat permanen dan tidak dapat diganggu gugat. IRGC mengancam, jika AS kembali melakukan serangan militer, Iran tidak segan menghancurkan ratusan ribu mil jaringan pipa energi, ribuan pembangkit listrik, hingga infrastruktur internet global yang terhubung dengan sistem AS maupun non-AS.

​Ketegangan geopolitik yang kembali memuncak ini langsung memicu gejolak di pasar finansial global. Harga Bitcoin merosot ke kisaran $63.200. Sementara itu di pasar komoditas energi, harga minyak mentah jenis Brent merambat naik ke level $88 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran $83 per barel akibat tingginya kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak jangka panjang.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan