


Otoritas Amerika Serikat resmi mengambil alih situs BG Wealth Sharing pada Rabu (6/5) setelah penyelidik menghubungkan platform tersebut dengan dugaan penipuan investasi kripto massal. Berdasarkan data on-chain dari detektif kripto ZachXBT, skema ini diperkirakan telah menyebabkan kerugian pengguna hingga lebih dari $150 juta sejak beroperasi pada 2025.
Penyitaan ini menyusul laporan aktivitas mencurigakan antara 27 April hingga 3 Mei 2026, di mana dompet yang terhubung dengan operasi tersebut mencoba memindahkan aset senilai $92 juta. Melalui tindakan terkoordinasi antara penegak hukum AS, Tether, Binance, dan OKX, dana sebesar $41 juta berhasil dibekukan sebelum sempat dilarikan.
Tanda-tanda kehancuran platform mulai terlihat jelas sejak April 2026 ketika Bank Sentral Samoa mengeluarkan peringatan keras. Puncaknya, pada awal Mei, CEO Stephen Beard meminta pengguna membayar "pajak" sebesar 12% dari saldo dengan dalih persiapan IPO. Pada Minggu (3/5), pengguna mulai melaporkan pemblokiran penarikan dana secara total, yang kemudian dikonfirmasi oleh otoritas Washington sebagai indikasi kuat skema advance fee scam.