asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT70,412.1+805.35 ( +1.16% )
BULLAUSDT0.00913+0.00022 ( +2.46% )
ETHUSDT2,070.04+41.36 ( +2.04% )
HYPEUSDT37.72+3.13 ( +9.05% )
JELLYJELLYUSDT0.0568+0.0012 ( +2.09% )
PIXELUSDT0.01125-0.00463 ( -29.16% )
SOLUSDT86.76+1.49 ( +1.75% )
TRXUSDT0.2895+0.0013 ( +0.45% )
XRPUSDT1.39+0.0115 ( +0.83% )
Powered by
News

Asosiasi Perbankan AS Panik, Sebut Stablecoin Ancaman bagi Produk Deposito

User
March 12, 2026 | 07:53 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 12, 2026 | 07:53 WIB
Asosiasi Perbankan AS Panik, Sebut Stablecoin Ancaman bagi Produk Deposito

​Asosiasi Perbankan Amerika (ABA) melancarkan serangan keras terhadap industri kripto dalam pertemuan di Washington. Pada Rabu (11/03), kelompok lobi yang mewakili ribuan pemimpin institusi keuangan ini menyebut stablecoin sebagai ancaman eksistensial bagi produk deposito tradisional. ABA menyatakan kekhawatiran bahwa kemudahan akses dolar digital dapat memicu migrasi dana nasabah secara masif keluar dari sistem perbankan konvensional.

​Perselisihan ini semakin memanas seiring macetnya pembahasan Clarity Act di tingkat legislatif Amerika Serikat. Perbankan mendesak agar penerbit stablecoin tunduk pada standar compliance yang setara dengan bank umum guna menciptakan level permainan yang adil. Mereka berargumen bahwa tanpa regulasi yang ketat, perbankan lokal akan kehilangan kapasitas untuk menyalurkan kredit akibat menyusutnya basis deposito nasabah.

​Kondisi ini mencerminkan ketegangan mendalam antara inovasi finansial dengan stabilitas keuangan tradisional senilai $23 triliun. Meskipun industri kripto mendapat dukungan politik untuk percepatan undang-undang struktur pasar, tekanan dari lobi perbankan tetap menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan regulasi. Hingga kini, perbankan terus mendesak otoritas agar membatasi ruang gerak aset digital guna menjaga dominasi produk simpanan mereka di pasar nasional.

Copiedbagikan