Fideuram, bank private banking milik Intesa Sanpaolo, menjadi korban penipuan berbasis AI yang menyebabkan sekitar $107 juta ditransfer ke sejumlah rekening di luar negeri. Sedikitnya $40 juta dari dana tersebut kemudian dikonversi menjadi aset kripto dan kini masih dalam proses pelacakan.
Kasus bermula ketika Ketua Fideuram saat itu, Paolo Molesini, menerima pesan WhatsApp yang menyamar sebagai CEO Intesa Sanpaolo Carlo Messina. Pelaku kemudian melakukan panggilan telepon menggunakan suara buatan AI yang meniru pengacara Intesa Sanpaolo, Paolo Nastasi.
Setelah komunikasi tersebut, Molesini menginstruksikan bagian keuangan untuk melakukan transfer sekitar $107 juta ke sejumlah rekening di China, Hong Kong, dan wilayah lainnya.
Fideuram kemudian berhasil memulihkan sekitar $45 juta, sementara otoritas Portugal membekukan tambahan dana sekitar $15 juta. Namun, sedikitnya $40 juta telah dikonversi menjadi kripto setelah melewati beberapa transfer internasional.
Penyelidik kini berusaha melacak aliran dana melalui kerja sama hukum internasional. Molesini sendiri tidak berstatus sebagai tersangka dan mengundurkan diri sebagai Ketua Fideuram pada 12 Maret dengan alasan pribadi.


.png)
