asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7514-0.0168 ( -2.19% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT86,084.0+1890.98 ( +2.25% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,732.7+15.92 ( +0.59% )
tether usd icongitcoin iconGTCUSDT0.14538+0.04912 ( +51.03% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT90.106+0.58 ( +0.65% )
tether usd iconmoonriver iconMOVRUSDT2.336-0.556 ( -19.23% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT121.95+2.64 ( +2.21% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.1891+0.0134 ( +1.14% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.5249+0.0184 ( +1.22% )
Powered by
powered by triv
News - Regulation

Bank of England Hapus Batas Kepemilikan Aset Kripto Nasabah

User
June 22, 2026 | 15:20 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 22, 2026 | 15:20 WIB
Bank of England Hapus Batas Kepemilikan Aset Kripto Nasabah

Bank of England (BoE) melonggarkan sejumlah aturan yang sebelumnya diusulkan untuk industri stablecoin, termasuk menghapus batas kepemilikan bagi individu maupun pelaku usaha. Sebagai gantinya, regulator menetapkan batas awal penerbitan sebesar £40 miliar untuk setiap stablecoin yang beroperasi di Inggris.

Perubahan tersebut menandai pendekatan yang lebih fleksibel dari bank sentral Inggris terhadap perkembangan industri aset digital. Sebelumnya, sejumlah pelaku industri mengkritik rencana pembatasan kepemilikan stablecoin karena dinilai dapat menghambat adopsi dan inovasi di sektor pembayaran digital.

Selain menghapus batas kepemilikan, Bank of England juga melonggarkan persyaratan terkait aset cadangan yang dapat digunakan untuk mendukung stablecoin. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah adanya masukan dari pelaku industri yang menilai aturan awal terlalu ketat dibandingkan yurisdiksi lain.

Kebijakan baru ini dipandang sebagai sinyal positif bagi perkembangan stablecoin berbasis pound sterling. Dengan berkurangnya hambatan regulasi, perusahaan fintech dan institusi keuangan memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan produk pembayaran berbasis blockchain dan aset digital.

Meski demikian, Bank of England menegaskan bahwa perlindungan sistem keuangan tetap menjadi prioritas utama. Batas penerbitan £40 miliar dan berbagai persyaratan pengawasan lainnya akan tetap diterapkan untuk memastikan stablecoin yang berkembang tidak menimbulkan risiko sistemik bagi ekonomi Inggris.

Aturan final terkait stablecoin diperkirakan akan diterbitkan sebelum akhir tahun 2026. Hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan terhadap harga aset kripto maupun volume perdagangan stablecoin setelah pengumuman tersebut.

Langkah Bank of England ini mencerminkan tren global yang semakin pragmatis terhadap aset digital. Di tengah meningkatnya penggunaan stablecoin untuk pembayaran, remitansi, dan transaksi lintas negara, regulator di berbagai negara mulai mencari keseimbangan antara inovasi dan stabilitas keuangan.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB