asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BOOSTUSDT0.0001208+0.000003 ( +2.45% )
BTCUSDT67,178.0-34.28 ( -0.05% )
DOGEUSDT0.09966-0.00063 ( -0.63% )
ETHUSDT1,974.57+9.12 ( +0.46% )
HOUSEUSDT0.0038356+0.001427 ( +59.23% )
SLVONUSDT70.77+0.53 ( +0.76% )
SOLUSDT82.22-1.47 ( -1.76% )
TRXUSDT0.2798-0.0009 ( -0.32% )
XRPUSDT1.4572-0.0072 ( -0.49% )
Powered by
News

Bank Sentral Korea Desak Perbankan Kuasai Penerbitan Stablecoin Won

User
February 18, 2026 | 23:03 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
February 18, 2026 | 23:03 WIB
Bank Sentral Korea Desak Perbankan Kuasai Penerbitan Stablecoin Won

​Bank of Korea (BOK) menegaskan sikap kerasnya bahwa penerbitan stablecoin berbasis Won (KRW) harus dimulai dan didominasi oleh konsorsium sektor perbankan. Dalam pernyataan resminya hari ini, BOK menyatakan bahwa pendekatan berbasis bank jauh lebih aman untuk meminimalkan risiko sistemik sebelum nantinya izin diperluas ke perusahaan non-finansial. Langkah ini diambil guna mencegah terulangnya insiden teknis fatal, seperti kesalahan pengkreditan Bitcoin di bursa Bithumb atau kasus kelebihan cetak token PYUSD oleh Paxos yang pernah mengguncang market.

​Otoritas moneter tersebut juga mengusulkan pembentukan badan konsultatif kebijakan antar-kementerian serta lembaga peninjau independen yang disebut Stablecoin Certification Review Committee (SCRC). Badan ini nantinya akan mengadopsi standar serupa dengan regulasi di Amerika Serikat untuk melakukan sertifikasi ketat terhadap setiap aset digital yang dipatok ke mata uang nasional. BOK menilai stablecoin bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan infrastruktur pembayaran yang bersinggungan langsung dengan stabilitas valuta asing dan cadangan devisa negara.

​Langkah defensif ini menunjukkan kekhawatiran regulator terhadap potensi kerentanan teknis yang dapat memicu kepanikan finansial secara luas. Dengan memusatkan penerbitan di tangan perbankan, BOK berharap memiliki kendali lebih kuat dalam pengawasan likuiditas dan mitigasi kesalahan operasional. Para pelaku market kini menanti apakah regulasi ini akan memperlambat adopsi kripto di Korea Selatan atau justru menciptakan fondasi yang lebih stabil bagi ekosistem aset digital nasional di masa depan.

Copiedbagikan