


​BNB Chain resmi mengumumkan blueprint pengembangan jaringan blockchain Layer 1 baru yang dirancang khusus untuk mengakomodasi ekosistem agentic trading atau perdagangan berbasis agen AI. Berdasarkan keterangan resmi pada Rabu (8/7), proyek ini dijadwalkan meluncurkan fase testnet pada akhir 2026 sebelum akhirnya menggelar mainnet penuh pada awal 2027 mendatang.
​Jaringan baru ini akan berjalan berdampingan dengan infrastruktur ekosistem BNB Chain yang sudah ada saat ini. CTO BNB Chain, David Z, menjelaskan bahwa platform ini sengaja dibangun untuk memberikan pengalaman eksekusi perdagangan super cepat layaknya bursa tersentralisasi (CEX), namun tetap mempertahankan prinsip transparansi on-chain dan hak penguasaan aset mandiri (self-custody) oleh pengguna.
​Secara teknis, blockchain anyar ini dibekali spesifikasi tinggi guna memitigasi serangan front-running dan sandwich yang kerap merugikan para trader. Jaringan ini ditargetkan mampu memproses lebih dari 100.000 Transactions Per Second (TPS), memiliki waktu finalisasi di bawah satu detik (sub-one-second finality), waktu pra-konfirmasi transaksi di bawah 50 milidetik, serta beroperasi tanpa adanya public mempool.
​Langkah ini sekaligus menandai ekspansi strategis BNB Chain dalam memperluas ekosistemnya. Infrastruktur anyar untuk agen AI ini merupakan chain kedua yang mendapatkan dukungan penuh dari BNB Chain setelah peluncuran jaringan Aster sebelumnya.