asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3916-0.079 ( -16.79% )
BTCUSDT63,244.0+1657.9 ( +2.69% )
DUSDT0.00671+0.00106 ( +18.76% )
EDENUSDT0.0477-0.0003 ( -0.63% )
ETHUSDT1,684.11+91.41 ( +5.74% )
HEIUSDT0.0959+0.0024 ( +2.57% )
HOMEUSDT0.03284-0.01941 ( -37.15% )
HYPEUSDT61.484+3.58 ( +6.19% )
SOLUSDT66.45+2.69 ( +4.22% )
Powered by
News - Web3

Bitcoin Anjlok, Michael Saylor Sebut Dampak Rotasi Modal Investor ke Sektor AI

User
June 8, 2026 | 08:03 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
June 8, 2026 | 08:03 WIB
Bitcoin Anjlok, Michael Saylor Sebut Dampak Rotasi Modal Investor ke Sektor AI

​Michael Saylor, menegaskan bahwa turunnya harga Bitcoin baru-baru ini bukanlah tanda melemahnya fundamental aset digital tersebut. Melalui unggahannya di platform X pada Kamis (4/6) waktu setempat, Saylor menilai aksi jual massal yang terjadi murni merupakan rotasi modal institusi yang tengah dialihkan untuk mendanai ekosistem kecerdasan buatan (AI).

​Menurut analisis Saylor, pasar modal global saat ini sedang mendanai pembangunan infrastruktur AI secara besar-besaran dengan skala mencapai kisaran $400 miliar dalam enam bulan terakhir. Fenomena ini berdampak langsung pada outflows dari ETF Bitcoin yang mencatat penarikan sekitar $4 miliar sejak 14 Mei lalu, sehingga memberi tekanan pada harga BTC di pasar.

​Pernyataan Saylor muncul saat Bitcoin dilaporkan anjlok hingga sempat menyentuh level harga $59.000, yang menandai penurunan lebih dari 14 persen dalam sepekan terakhir. Penurunan ini secara teknis membawa Bitcoin masuk ke zona bear market setelah merosot hingga 22,7 persen dari level tertinggi empat minggunya, sekaligus menghapus nilai pasar kripto sebesar $600 miliar.

​Di sisi lain, psikologis pasar kian tertekan setelah Strategy selaku pemegang korporasi Bitcoin terbesar di dunia kedapatan menjual 32 BTC pada akhir Mei lalu untuk mendanai pembayaran dividen preferen. Meskipun penjualan senilai $2,5 juta tersebut tergolong sangat kecil dibanding total kepemilikan mereka yang mencapai 843.706 BTC, langkah ini menjadi penjualan pertama perusahaan sejak akhir 2022 yang memicu sentimen bearish di kalangan investor.

Copiedbagikan