


Market crash yang melanda market kripto berimbas fatal pada portofolio Bitcoin milik Strategy. Berdasarkan data terbaru pada Kamis (25/6) dinihari, portofolio Strategy mencatatkan unrealized loss sebesar minus 21,68%, atau setara dengan rugi sekitar $13,89 miliar (sekitar Rp249 triliun). Total aset menyusut ke angka $50,21 miliar dari akumulasi 847.363 BTC yang dibeli dengan harga rata-rata sebesar $75.653 per BTC
​Selain unrealized loss pada portfolio utama, saham STRC dan MSTR juga terpantau semakin ambruk di pasar saham akibat kepanikan massal ini. Saham STRC terjun bebas hingga menyentuh level $80, padahal instrumen ini seharusnya mempertahankan nilai patokan psikologisnya di level $100. Di saat yang sama, saham induk MSTR juga tidak luput dari aksi jual ekstrem dan terseret turun hingga ke area $92 per lembar.
​Kombinasi antara penurunan harga Bitcoin di bawah harga rata-rata pembelian Strategy serta ambruknya harga saham STRC dan MSTR kian memperparah sentimen negatif di market. Investor dan trader kini mengkhawatirkan risiko likuiditas dan tekanan struktural yang dihadapi oleh perusahaan, mengingat model bisnis mereka sangat bergantung pada kesehatan nilai aset Bitcoin yang saat ini posisinya sedang minus dalam.