


​Perusahaan listrik negara Afrika Selatan, Eskom, berencana menjual kelebihan pasokan listrik siang hari kepada perusahaan mining Bitcoin dengan tarif diskon. Kebijakan ini diambil setelah masifnya penggunaan panel surya atap oleh warga membuat permintaan listrik ke jaringan nasional anjlok saat siang hari, sehingga menyisakan banyak energi yang tidak terpakai.
​Ketua Eskom, Mteto Nyati, menyatakan bahwa industri mining Bitcoin yang padat energi adalah solusi kreatif untuk memonetisasi surplus tersebut. Eskom memandang para miner sebagai konsumen fleksibel yang mampu membantu menyeimbangkan beban listrik di tengah perubahan struktur market energi yang kini mulai didominasi oleh energi terbarukan.
​Selain mengincar pendapatan baru, strategi ini diharapkan dapat membantu Eskom menekan biaya operasional yang membengkak. Dengan memanfaatkan miner Bitcoin sebagai penyerap energi cadangan, Eskom berupaya menjaga stabilitas keuangan perusahaan sambil tetap mendukung pertumbuhan industri teknologi masa depan seperti data center dan infrastruktur AI.