


​Bitmine kembali menambah cadangan asetnya dengan mengakuisisi 26.497 ETH di harga rata-rata $2.061, dengan total pengeluaran mencapai $54,61 juta. Penambahan ini mendongkrak total kepemilikan perusahaan menjadi 5.416.901 ETH dengan valuasi sekitar $10,76 miliar, yang sekaligus mengukuhkan posisi Bitmine sebagai pemegang cadangan aset digital terbesar kedua di dunia setelah Strategy.
​Chairman Bitmine, Tom Lee, memproyeksikan perusahaannya akan mencapai target kepemilikan 5% dari total pasokan Ethereum pada tahun 2026. Saat ini, Bitmine tercatat telah menguasai sekitar 4,49% dari 120,7 juta ETH yang beredar. Namun, di balik akumulasi agresif tersebut, Bitmine saat ini harus menanggung floating loss sebesar $8,12 miliar atau merugi sekitar 43%. Hal ini terjadi lantaran average cost basis keseluruhan aset ETH mereka berada di level $3.485, jauh di atas harga ETH saat ini di kisaran harga $1.979.
​Untuk mengoptimalkan utilitas aset di tengah tekanan harga tersebut, Bitmine memaksimalkan imbal hasil melalui mekanisme staking. Perusahaan tercatat telah mengunci sekitar 4,7 juta ETH, yang membuahkan pendapatan tahunan sebesar $258 juta. Lee optimis proyeksi imbal hasil ini dapat meningkat hingga $296 juta secara tahunan ketika seluruh aset ETH milik Bitmine dikunci sepenuhnya melalui jaringan validator internal (MAVAN) maupun mitra strategis seperti Coinbase.