


​Laporan terbaru dari Bitwise menunjukkan jurang pemisah yang kian melebar antara fundamental jaringan blockchain dan sentimen pasar kripto. Sepanjang tahun terakhir, aktivitas transaksi di jaringan Layer-1 utama seperti Ethereum, Solana, dan Avalanche meningkat tajam dengan biaya transaksi yang makin murah. Namun, harga token native ketiganya, yaitu ETH, SOL, dan AVAX, justru masih merosot tajam hingga lebih dari 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
​Kepala Riset On-chain Bitwise, Kam Benbrik, menjelaskan penurunan pendapatan protokol ini mayoritas dipicu perubahan desain sistem blockchain yang sengaja membuat ruang blok lebih melimpah dan murah bagi pengguna. Meskipun pendapatan dari biaya transaksi merosot, volume penggunaan jaringan secara keseluruhan terus bertumbuh. Kondisi ini menandakan bahwa adopsi teknis terus berjalan meskipun valuasi harga di pasar sekunder sedang tertekan.
​Di sisi lain, laporan kuartalan Bitwise juga menyoroti keterlibatan investor institusi yang makin mendominasi aktivitas staking. Rekor baru mencatat sebanyak 40,2 juta ETH, atau setara sepertiga total pasokan beredar, telah dikunci dalam validator pool pada akhir kuartal kedua oleh ETF dan kas perusahaan seperti Bitmine. Akan tetapi, lonjakan partisipasi ini turut menekan imbal hasil tahunan Ethereum ke level 2,84% dan Solana ke 6,25%, yang mana mayoritas imbal hasil tersebut berasal dari pencetakan token baru ketimbang biaya transaksi pengguna.