


Kepala Aset Digital BlackRock, Robert Mitchnick, menilai sentimen pasar terhadap Bitcoin mulai menunjukkan pergeseran positif seiring makin jelasnya pemisahan pergerakan harga (decoupling) aset kripto dari saham teknologi. Berbicara dalam acara Bloomberg ETF IQ yang tayang pada Senin (10/8), Mitchnick menyoroti bahwa kendati pasar saham sektor artificial intelligence (AI) sempat terkoreksi tajam pada Juli lalu, kinerja Bitcoin justru terpantau melonjak dan mengunggulinya.
​Karakteristik Bitcoin sebagai alat diversifikasi portofolio dan lindung nilai ini turut tecermin dari perilaku para investor produk exchange-traded fund (ETF) spot. Mitchnick mengungkapkan bahwa para investor ETF Bitcoin milik BlackRock, iShares Bitcoin Trust (IBIT), secara konsisten merupakan tipe investor fundamental yang membeli untuk jangka panjang. Mereka justru aktif memanfaatkan momentum penurunan harga untuk menambah porsi kepemilikan aset.
​Klaim tersebut diperkuat oleh data pekan lalu yang mencatatkan net inflow mingguan sebesar $853,5 juta pada ETF spot Bitcoin AS, menjadi angka tertinggi sejak pertengahan April. Dana IBIT milik BlackRock mendominasi pasar dengan menyerap arus masuk $693,7 juta (sekitar 80% dari total inflow), disusul oleh produk Fidelity (FBTC) yang membukukan $116,4 juta.
​Di sisi lain, maraknya kasus peretasan cold storage Coldcard yang merugikan investor lebih dari $100 juta diprediksi turut mempercepat peralihan dana dari self-custody ke produk ETF. Analis Senior ETF Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, menilai masuknya dana secara konsisten ke ETF BlackRock dan Fidelity pasca-peretasan tersebut menunjukkan korelasi kuat bahwa investor kini lebih memilih jaminan keamanan infrastruktur institusi global dibandingkan dengan self-custody.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.