asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconbubblemaps iconBMTUSDT0.04067+0.02607 ( +178.56% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT65,036.0+210.04 ( +0.32% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,919.58+5.46 ( +0.29% )
tether usd iconheima iconHEIUSDT0.1597-0.0242 ( -13.16% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT54.116-0.9 ( -1.63% )
tether usd iconiotex iconIOTXUSDT0.00285-0.00048 ( -14.41% )
tether usd iconmubarak iconMUBARAKUSDT0.02484+0.00855 ( +52.49% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT76.64+0.63 ( +0.83% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.22473+0.07997 ( +55.24% )
Powered by
powered by triv
News

Bos JPMorgan Peringatkan Potensi Hilangnya Hegemoni Dolar AS

User
August 10, 2026 | 08:07 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 10, 2026 | 08:07 WIB
Bos JPMorgan Peringatkan Potensi Hilangnya Hegemoni Dolar AS

CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, menyampaikan peringatan tegas mengenai ancaman pudarnya hegemoni dolar AS di industri keuangan global. Dalam wawancara di acara Firing Line with Margaret Hoover di PBS yang tayang pada Sabtu (8/8), Dimon memperingatkan bahwa dolar AS berisiko kehilangan statusnya sebagai mata uang cadangan utama dunia dalam kurun waktu 25 tahun ke depan jika Amerika Serikat gagal mempertahankan keunggulan ekonomi dan militernya.

​Dimon menggarisbawahi bahwa ancaman terbesar terhadap dominasi dolar bukan berasal dari pesaing luar negeri, melainkan akibat mismanajemen internal pemerintah Amerika Serikat. Posisi dolar yang saat ini menguasai sekitar 58% dari total cadangan devisa global dinilainya sebagai pencapaian yang harus terus diperjuangkan secara konsisten melalui penguatan sektor riil dan pertahanan.

​Ia menilai bahwa kehilangan status mata uang cadangan dunia bukan sekadar penurunan kelas secara finansial, melainkan keretakan geopolitik yang berisiko memicu ketidakpastian tinggi tanpa adanya pusat keuangan global yang jelas. Menurutnya, potensi kelemahan ini akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional Amerika Serikat dalam jangka panjang.

​Sinyal kewaspadaan dari pimpinan bank terbesar di Amerika Serikat tersebut langsung direspons oleh pasar keuangan makro global. Khawatir akan risiko inflasi dan ketidakstabilan mata uang fiat jangka panjang, para pelaku pasar mulai mengalihkan perhatian pada aset safe haven seperti emas, yang berpotensi mendorong lonjakan permintaan dan kenaikan harga di pasar global.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan