asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ASTERUSDT1.08+0.035 ( +3.35% )
BTCUSDT91,301.2+452.43 ( +0.5% )
ETHUSDT3,030.06+41.48 ( +1.39% )
HYPEUSDT33.28-1.4 ( -4.04% )
KITEUSDT0.1037-0.0116 ( -10.06% )
MONUSDT0.02989-0.00344 ( -10.32% )
PIPPINUSDT0.07402+0.0195 ( +35.79% )
SOLUSDT137.71+1.61 ( +1.18% )
XRPUSDT2.1945-0.0059 ( -0.27% )
Powered by
News

Kenalkan QRIS, Wapres Gibran Soroti Soroti Risiko Aset Kripto di KTT G20

User
November 24, 2025 | 10:29 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
November 24, 2025 | 10:29 WIB
Kenalkan QRIS, Wapres Gibran Soroti Soroti Risiko Aset Kripto di KTT G20

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memanfaatkan panggung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, untuk memperkenalkan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) sebagai solusi digital sederhana yang mampu memperluas inklusi keuangan. Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti risiko yang muncul dari perkembangan pesat aset kripto dan token digital.

Gibran menjelaskan bahwa QRIS merupakan contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat menjembatani kesenjangan akses ekonomi. Ia menekankan bahwa integrasi solusi digital seperti ini penting bagi negara berkembang guna mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif. “QRIS terbukti mendorong inklusi keuangan dan meminimalkan ketimpangan,” ujarnya di hadapan para pemimpin negara G20.

Namun, di balik peluang yang diciptakan teknologi digital, Gibran mengingatkan bahwa dunia juga harus mengantisipasi risiko baru. Dalam sesi yang membahas isu ekonomi berkelanjutan, ia menyoroti perkembangan cepat aset digital seperti kripto, token, dan Bitcoin. Menurutnya, inovasi tersebut memunculkan potensi ekonomi signifikan tetapi juga menambah kompleksitas bagi stabilitas sistem keuangan global.

Untuk itu, Gibran mengusulkan agar G20 membentuk dialog economic intelligence sebagai wadah berbagi informasi dan strategi dalam menghadapi risiko aset digital yang terus berkembang. Ia menilai koordinasi global diperlukan agar negara-negara mampu menjaga keseimbangan antara inovasi dan perlindungan sistem ekonomi.

Selain isu digitalisasi, Gibran juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap transisi hijau, dengan alokasi lebih dari separuh anggaran iklim nasional, sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun untuk mendukung UMKM hijau, asuransi pertanian, dan pembangunan infrastruktur berketahanan iklim.

KTT G20 tahun ini berfokus pada pembiayaan berkelanjutan, peran perdagangan dalam pembangunan, serta penanganan utang negara berkembang. Partisipasi Indonesia melalui gagasan QRIS dan dialog economic intelligence dianggap sebagai langkah strategis dalam memastikan bahwa inovasi digital membawa manfaat luas tanpa mengabaikan aspek keamanan ekonomi.

Copiedbagikan