


ryptoQuant, Ki Young Ju, memberikan pandangan terkait pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek. Melalui analisisnya pada Senin (9/2) waktu setempat, ia menyebut bahwa Bitcoin saat ini terjebak dalam fase struktural di mana bullish reversal sulit terjadi, meskipun inflows tercatat sangat besar. Menurut Ki, tekanan jual yang begitu masif di market telah menyerap habis likuiditas yang masuk, sehingga gagal mendorong harga untuk terbang naik.
​Ki membeberkan data anomali market yang terjadi belakangan ini sebagai bukti. Sebagai perbandingan, pada tahun 2024, arus masuk modal sebesar $10 miliar mampu mendongkrak kapitalisasi market Bitcoin hingga $26 miliar. Namun, situasi berbalik drastis pada tahun lalu; meskipun mencatat inflows raksasa mencapai $308 miliar, market cap Bitcoin justru malah menyusut sebesar $98 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa dana segar dari investor baru tidak cukup kuat untuk melawan gelombang aksi jual dari pemegang aset lama.
​Dalam kondisi market seperti ini, Ki menilai bahwa strategi pembelian agresif dari institusi maupun perusahaan treasury belum akan memberikan dampak instan terhadap pemulihan harga. Ia menegaskan bahwa rumus lama di mana arus masuk dana otomatis memicu kenaikan harga tidak lagi berlaku saat ini. Market perlu menunggu hingga struktur penawaran dan permintaan kembali seimbang sebelum Bitcoin bisa kembali mendapatkan momentum kenaikannya.