


CEO Strategy, Phong Le, menyatakan dalam wawancara dengan CNBC pada Sabtu (9/5) bahwa perusahaan hanya akan menjual Bitcoin dalam kondisi khusus. Penjualan tersebut harus ditujukan secara spesifik untuk mendanai dividen 11,5% pada saham preferen STRC atau optimalisasi pajak. Langkah ini mengklarifikasi pernyataan Michael Saylor sebelumnya yang memicu spekulasi market terkait pelepasan aset digital mereka.
​Le menekankan perusahaan tetap memprioritaskan metrik "Bitcoin per Saham" untuk memastikan nilai bagi pemegang saham tetap bertambah. Strategy akan menimbang opsi penjualan BTC dibandingkan penerbitan saham baru guna menyeimbangkan akumulasi aset dengan kewajiban utang dalam USD. Fokus utama tetap pada efisiensi modal tanpa mengabaikan narasi utama perusahaan sebagai pemegang Bitcoin.
​Namun, keterbukaan untuk menjual BTC memicu kritik dari CEO Two Prime, Alexander S. Blume. Ia menilai pergeseran strategi ini melanggar janji "tidak akan pernah menjual" yang selama ini menjadi pegangan investor. Blume memperingatkan bahwa perubahan narasi yang sering terjadi berisiko mengikis kepercayaan investor dan memicu aksi jual pada saham STRC maupun Bitcoin di market.