​Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC) Amerika Serikat, Michael Selig, mengimbau pelaku industri keuangan bersiap menghadapi era mass tokenization. Dalam ajang U.S. Treasury Market Conference pada Selasa (22/9), ia menegaskan pentingnya adaptasi aturan pasar tradisional untuk mengadopsi teknologi blockchain, kecerdasan buatan, serta ekosistem on-chain. Pemanfaatan real-world assets (RWA) ter-tokenisasi dinilai mampu meningkatkan likuiditas dan mempercepat penyelesaian transaksi antar-lembaga kliring secara real-time.
​Guna mendukung transisi tersebut, CFTC mulai memperluas kerangka regulasi agunan dengan mengakomodasi penggunaan payment stablecoin resmi serta mengkaji kesiapan perdagangan 24/7. Selig menilai pasar kripto dan logam mulia paling siap menerapkan skema perdagangan nonstop, sedangkan komoditas energi dan pertanian masih memerlukan penyesuaian sistem pengawasan operasional serta manajemen risiko margin.
​Langkah progresif CFTC berjalan selaras dengan Securities and Exchange Commission (SEC) yang telah merilis pengecualian temporer lima tahun untuk perdagangan saham AS ter-tokenisasi. Inisiatif kedua lembaga ini menjadi fondasi utama modernisasi pasar keuangan digital AS di tengah tertahannya pembahasan RUU CLARITY Act di Senat.



