


CME Group mengumumkan rencana ekspansi produk digitalnya melalui peluncuran kontrak berjangka (futures) volatilitas Bitcoin pada 1 Juni 2026. Melalui rilis resminya, instrumen yang masih menunggu persetujuan regulasi ini akan menjadi produk pertama di kelasnya yang teregulasi secara penuh. Kehadiran kontrak ini memungkinkan investor untuk mengelola posisi portofolio dengan memisahkan risiko volatilitas dari arah harga Bitcoin secara spesifik.
​Kontrak baru ini nantinya akan diselesaikan berdasarkan CME CF Bitcoin Volatility Index (BVX), sebuah indeks yang mengukur ekspektasi volatilitas tersirat untuk periode 30 hari ke depan. Berbeda dengan instrumen yang melacak harga spot, BVX diturunkan langsung dari order book opsi Bitcoin di bursa CME untuk menangkap sentimen market secara real-time. Dengan data yang diperbarui setiap detik, para pelaku market kini memiliki standar baru yang transparan untuk melakukan hedging terhadap fluktuasi harga Bitcoin.
​Giovanni Vicioso, Global Head of Cryptocurrency Products CME Group, menyatakan bahwa instrumen ini merupakan solusi atas kebutuhan trader akan produk teregulasi untuk mengelola risiko aset kripto. Senada dengan hal tersebut, CEO CF Benchmarks, Sui Chung, menilai langkah ini sebagai tonggak penting dalam pendewasaan Bitcoin sebagai kelas aset yang setara dengan instrumen keuangan tradisional. Produk ini diharapkan dapat memperkuat infrastruktur finansial di tengah kapitalisasi market kripto yang terus berkembang pesat.