


​Co-founder Zcash, Eli Ben-Sasson, memicu perdebatan hangat di industri kripto setelah secara terbuka mempertanyakan rasionalitas di balik pembatasan pasokan mutlak Bitcoin yang dipatok sebesar 21 juta BTC. Melalui pernyataan di akun X resminya pada Rabu (8/7), Ben-Sasson menilai bahwa kebijakan moneter deflasi ekstrem milik Bitcoin berpotensi menghadapi masalah likuiditas yang serius di masa depan.
​Argumen utama Ben-Sasson didasarkan pada fenomena hilangnya private key wallet Bitcoin yang terus terjadi dari waktu ke waktu. Ia berpendapat bahwa dalam jangka panjang, jumlah Bitcoin yang hilang dan tidak bisa diakses lagi akan terus menumpuk, bahkan secara teoretis seluruh private key bisa saja hilang. Kondisi ini dinilai bakal mengikis jumlah pasokan efektif yang beredar di pasar dan mengganggu fungsi Bitcoin sebagai alat tukar
​Sebagai solusinya, Ben-Sasson menyarankan modifikasi strategi moneter dengan menetapkan tingkat penerbitan pasokan baru yang tetap, misalnya dengan menerapkan laju inflasi sebesar 4% per tahun. Menurutnya, model inflasi tahunan yang terukur ini jauh lebih ideal agar pertumbuhan pasokan sirkulasi Bitcoin tetap selaras dengan pertumbuhan populasi manusia serta mampu menjamin ketersediaan likuiditas yang cukup dalam ekosistem.