


​Bursa kripto global, Coinbase, menegaskan posisinya dalam memitigasi risiko masa depan dengan menyatakan bahwa ancaman komputer kuantum terhadap jaringan blockchain tidak lagi dapat dipandang sebagai risiko teoretis semata. Dalam pernyataan resminya, Kamis (22/1), perusahaan menyoroti kerentanan mendasar pada Bitcoin dan Ethereum yang masih bergantung pada elliptic-curve cryptography. Para peneliti memperingatkan bahwa mesin kuantum masa depan dengan koreksi kesalahan dapat memanfaatkan Shor’s algorithm untuk memecahkan enkripsi tersebut, memungkinkan peretas menurunkan private keys dari public keys.
​Langkah mitigasi ini diambil di tengah perdebatan teknis yang memanas di kalangan developer protokol mengenai waktu migrasi yang tepat. Industri kini terbelah antara pendekatan agresif pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang mendesak adopsi kriptografi post-quantum secepatnya, melawan pandangan pendiri Cardano, Charles Hoskinson. Hoskinson memperingatkan bahwa transisi yang dilakukan terburu-buru tanpa dukungan infrastruktur dan hardware yang matang justru berisiko memperlambat kinerja jaringan secara signifikan.
​Anastasia Marchenkova, peneliti kuantum dari BTQ, menilai inisiatif Coinbase untuk membentuk dewan penasihat khusus ini sangat strategis dalam menjembatani kesenjangan antara akademisi dan pelaku industri. Menurutnya, status Coinbase sebagai perusahaan publik memberikan bobot signifikan yang dapat memaksa sektor perbankan dan infrastruktur keuangan tradisional untuk mulai serius memasukkan standar keamanan post-quantum ke dalam perencanaan jangka panjang mereka sebelum terlambat.