Pendiri Binance Changpeng Zhao (CZ) menilai stablecoin dan teknologi blockchain berpotensi memangkas biaya pengiriman uang lintas negara hingga mendekati nol, terutama di negara seperti Filipina yang menerima remitansi dalam jumlah besar setiap tahunnya.
CZ menyoroti Filipina yang menerima remitansi sekitar $35 miliar per tahun. Sementara itu, biaya layanan remitansi tradisional disebut umumnya berada di kisaran 5%-7% dan dalam beberapa kasus dapat mencapai 10%.
Dengan nilai remitansi sebesar $35 miliar, biaya 5%-7% berarti miliaran dolar berpotensi terserap setiap tahun hanya untuk proses pengiriman dana. Menurut CZ, mengurangi beban tersebut seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam adopsi stablecoin.
Stablecoin memungkinkan nilai dalam denominasi mata uang seperti dolar AS dipindahkan melalui jaringan blockchain tanpa harus melalui seluruh rantai perantara yang biasa digunakan dalam pembayaran internasional. Menurut CZ, teknologi tersebut bukan hanya berpotensi menekan biaya, tetapi juga dapat mempercepat proses transfer lintas negara.


.png)
